Asap yang Menyesal Pak Jono duduk di teras rumahnya, mata menatap jauh ke arah sawah yang hijau. Jari kirinya secara refleks menggenggam bungkusan putih yang sudah lusuh rokok yang selalu ada di sampingnya selama sepuluh tahun terakhir. "Dad, kenapa kamu selalu merokok?" tanya Rina, anak perempuannya yang baru berusia sembilan tahun, sambil mendekat dan duduk di sebelahnya. Tangan kecilnya menyentuh lengan Pak Jono yang kuru s. Pak Jono terkejut, lalu menyembunyikan bungkusan rokok di balik kursi. "Itu untuk... menghilangkan rasa capek saja, nak," jawabnya dengan suara pelan. Sejak dia kehilangan pekerjaan di pabrik tekstil tiga tahun lalu, rokok jadi teman satu-satunya yang dia anggap bisa mengusir rasa cemas dan kesendirian. Setiap hisapan membuatnya merasa tenang sejenak, meskipun setelahnya hanya tinggalkan batuk yang menggigit dan rasa sesak di dada. Suatu hari, Rina pulang dari sekolah dengan tangan membawa poster bergambar paru-paru sehat dan paru-paru yan...