Wanita Adalah Berlian

Wanita Adalah Berlian

 

Gambar : Ilustrasi
Di sudut kota yang terlupakan, ada seorang wanita bernama Sari yang bekerja sebagai tukang batu di sebuah bengkel ukir makam. Bukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh wanita di daerahnya, dan banyak yang menganggapnya aneh bahkan menyatakan bahwa pekerjaan itu "tidak pantas untuk perempuan".

Sari sendiri tidak peduli. Setiap pagi, dia datang dengan alat-alatnya: pahat, martil, dan lensa pembesar yang selalu terikat di lehernya. Dia melihat setiap batu yang dia kerjakan bukan sebagai bahan untuk tempat peristirahatan akhir, melainkan sebagai sesuatu yang memiliki jiwa tersendiri.

Suatu hari, seorang pria tua datang dengan sepotong batu yang tampak biasa saja kasar, berwarna kelabu pekat, dan tampak tidak berharga sama sekali. "Saya ingin Anda mengukir wajah istri saya di sini," katanya dengan suara gemetar. "Batu ini adalah satu-satunya yang kami miliki dari masa muda kami; dia selalu bilang ini adalah batu yang akan membawa kita bertemu lagi."


Gambar : Ilustrasi

Sari menerima batu itu. Saat dia mulai membersihkan lapisan luarnya dengan hati-hati, dia merasa ada sesuatu yang berbeda. Dengan gerakan pahat yang presisi seperti dokter bedah, dia perlahan mengikis lapisan demi lapisan. Hari demi hari berlalu, dan teman-temannya di bengkel mulai bertanya mengapa pekerjaan itu memakan waktu begitu lama.

Hingga pada suatu pagi yang cerah, ketika sinar matahari pertama mengenai permukaan batu yang sudah dibersihkan, muncul kilauan yang mempesona. Di dalam batu kasar itu, terkandung kristal berlian yang belum pernah dilihat oleh siapapun berbentuk seperti bunga matahari yang sedang mekar, dengan setiap sisi yang memantulkan cahaya dengan warna berbeda.

Sari mengukir wajah istri pria tua di tengah kelompok berlian itu. Ketika pekerjaan selesai, pria tua menangis sambil berkata, "Ini seperti dia sendiri dilihat dari luar tampak biasa, tapi di dalamnya penuh dengan keindahan yang tak ternilai."

Gambar : Ilustrasi

Sejak itu, orang-orang mulai menyebut Sari sebagai "Penggali Berlian". Dia tidak hanya mengukir batu, tetapi juga membantu banyak wanita di daerahnya menemukan keberhargaan diri mereka yang tersembunyi di bawah lapisan keraguan dan prasangka masyarakat. Setiap wanita yang datang padanya dengan masalahnya, dia akan berkata: "Wanita adalah berlian kadang-kadang perlu waktu untuk membersihkan lapisan luar agar kilau sejatinya bisa terpancar. Dan setiap satu adalah unik, tak ada yang sama persis dengan yang lain."

Farhan Darwis

Coffee Hitam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TENTANG RASA